Ticker

6/recent/ticker-posts

Pandangan Salah Sebagian Masyarakat Tentang Jihad

ABSTRAK

Masalah yang dibahas  dalam penelitian ini adalah kejadian-kejadian yang mengatasnamakan agama Islam, khususnya pada jihad. Tujuan dari penelitian ini adalah berusaha untuk meluruskan terkait jihad yang disalahartikan oleh sebagian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah berita-berita terkait dengan kejadian bom di Makassar dan penembakan di Mabes Polri. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, tindakan salah yang mengatasnamakan agama bukan hanya sekali terjadi di Indonesia. Perlu adanya pembenaran dan pembelajaran bagi pelaku-pelaku tersebut. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan pembaca mampu memahami dan membedakan mana yang baik dan buruk. Dapat pula membedakan mana yang jihad menurut ajaran Islam dan mana yang justru akan menjerumus kepada kesesatan. Dan diharapkan pula hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi pembacanya dan bisa menjadi bahan rujukan untuk dilakukan penelitian lebih mendalam.

Kata kunci: jihad, islam, teroris, kejahatan, bunuh diri

 

Pendahuluan

Islam merupakan salah satu agama terbesar di dunia. Indonesia menjadi negara dengan mayoritas pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Agama Islam ialah agama yang hanya satu-satunya yang diridhai oleh Allah SWT. Sebagai manusia yang terlahir dari keluarga muslim, kita patut bersyukur, mengingat kita tinggal di Indonesia yang penduduknya banyak memeluk Islam.

Agama Islam terus mengalami perkembangan dan bisa diterima banyak orang berkat usaha yang dilakukan oleh para nabi dan ulama. Nama agama Islam merupakan istilah yang menunjukkan sikap dan sifat pemeluknya terhadap Allah SWT. Nama Islam lahir bukan karena pemberian dari seseorang atau sekelompok masyarakat, melainkan berasal dari Sang Pencipta langsung, Allah SWT.

Sebagai seorang Muslim, kita sudah seharusnya untuk selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Memahami makna Islam bagi kita itu sangat penting. Dengan mengetahui dan memahami makna agama Islam, kita juga bisa semakin mengerti bagaimana seharusnya menjadi seorang muslim yang baik.

Dalam bahasa Arab menyebutkan bahwa Islam merupakan mashdar dari kata aslama-yuslimu-islaaman, yang artinya taat, tunduk, patuh, berserah diri kepada Allah. Jika dilihat dari asal katanya, Islam berasal dari kata assalmu, aslama, istaslama, saliim, dan salaam, dapat diartikan sebagai berikut: Assalmu yang artinya damai, perdamaian. Islam adalah agama yang damai dan setiap muslim hendaknya menjaga perdamaian. Aslama yang artinya taat, berserah diri. Seorang muslim hendaknya berserah diri pada Allah SWT dan mengikuti ajaran Islam dengan taat. Istaslama artinya juga berserah diri. Saliim artinya bersih dan suci. Kata tersebut merupakan gambaran dari hati seorang muslim yang bersih, suci, jauh dari sifat syirik atau menyekutukan Allah SWT. salaam diartikan sebagai selamat, keselamatan. Islam adalah agama yang penuh keselamatan. Dari arti-arti tersebut, maka jika seorang muslim menjalankan ajaran Islam dengan baik, Allah akan menyelamatkannya baik di dunia maupun akhirat.

Belum lama ini keadaan Indonesia sedang tidak baik-baik saja, khususnya pada umat Islam sendiri. Dilihat dari kejadian yang sudah berlalu, menunjukkan bahwa masih banyak di luar sana orang-orang yang belum sepenuhnya memahami Islam itu sendiri. Dalam hal ini kaitannya dengan “jihad”. Terjadi salah kaprah tentang makna jihad yang berkembang di masyarakat akhir-akhir ini.

Metode Penelitian

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang diamati berita-berita yang beredar tentang jihad belakangan ini. Metode ini digunakan untuk menjelaskan tentang jihad yang banyak disalah artikan oleh masyarakat. Teknik pengumpulan dan sumber data dalam penelitian ini adalah dengan mencari sumber-sumber terkait dan membaca berita-berita terkait dengan bom bunuh diri dan penyerangan markas besar Mabes Polri.

Pembahasan

Jihad berasal dari akar kata jahada (bersungguh-sungguh) membentuk tiga kata kunci yang dapat mengantar manusia meraih predikat tertinggi sebagai manusia paripurna. Jihad berarti perjuangan yang dilakukan seseorang dengan mengandalkan unsur fisik atau otot, meskipun perjuangan nonfisik juga masuk dalam kategori jihad di tempat lain. Jihad secara fisik tidak mesti harus diukur dengan kemampuan seseorang untuk mengangkat senjata melawan musuh-musuh Islam. Melainkan berbagai usaha secara fisik demi terwujudnya keamanan, keselamatan, dan ketinggian martabat manusia juga termasuk jihad. Contoh kecilnya adalah dengan menyingkirkan batu kerikil di jalanan yang dapat membahayakan orang lain, itu juga termasuk dari jihad.

Kata jihad berasal dari kata Al-Jadh dengan difathahkan huruf jimnya yang bermakna kelelahan dan kesusahan atau dari Al-Juhd dengan didhommahkan huruf jimnya yang bermakna kemampuan. Orang yang mencapai kelelahan karena Allah dan meninggikan kalimat-Nya yang menjadikannya sebagai cara dan jalan menuju surga. Di balik jihad memerangi jiwa dan jihad dengan pedang, ada pula jihad hati, yaitu jihad melawan setan dan mencegah jiwa dari hawa nafsu dan syahwat yang diharamkan. Ada pula jihad dengan tangan dan lisan berupa amar ma’ruf nahi munkar.

Belakangan ini Indonesia kembali dibuat ‘takut’ akan kehadiran orang-orang yang dianggap teroris. Orang-orang ini dianggap sebagai teroris karena sudah melakukan hal ‘bodoh’ yang tak seharusnya mereka lakukan. Kejadian pertama di tahun ini yang pelakunya dianggap sebagai teroris adalah bom bunuh diri di gerbang Katedral Makassar. Banyak hal yang terjadi di luar kendali semua orang. Pada Minggu (28/03/2021) pukul 10.30 WITA telah terjadi teror bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri yang berinisial L dan YSF. Menurut keterangan polisi, Rizaldi bersama Zulfikar adalah anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diidentifikasi terkait bom Jolo di Filipina, 2018. Polisi menyebut L dan YSF bertugas sebagai pemberi doktrin, mempersiapkan jihad degan bom bunuh diri dan membeli bahan untuk bom bunuh diri. Ini bukan yang pertama kalinya terjadi bom bunuh diri, pada tahun 2018, itu adalah awal kesadaran akan ancaman atas kemanusiaan. Bom kala itu terjadi pada Minggu (13/05/2018) pagi, tiga bom bunuh diri meledak di tiga gereja di Surabaya saat ibadah sedang dilakukan. Saat itu sebanyak 6 pelaku bom bunuh diri tewas dan membawa korban 15 warga meninggal dunia. Sedangkan sebanyak 57 orang mengalami luka berat dan ringan. Tak berhenti sampai di sana, pada Senin (14/05/2018), bom bunuh diri meledak di pintu masuk Markas Polrestabes Surabaya yang dilakukan oleh lima orang (satu keluarga).

Dari kejadian tersebut lantas membuat masyarakat bertanya-tanya. Kapan kejahatan terhadap kemanusiaan yang mengatasnamakan agama akan berakhir? Namun sayang, jawabannya tidak dapat ditemukan. Karena sampai detik ini pun masih ada hal-hal yang seperti itu di negara yang mayoritas penduduknya adalah Islam.

Kejadian kedua yang diduga teroris terjadi di depan Mabes Polri. Diberitakan bahwa telah terjadi peristiwa penembakan oleh personel Polri kepada terduga teroris di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/03/2021). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Seperti yang terlihat pada video amatir, pelaku terlihat masuk ke Mabes Polri dan tampak kebingungan. Pelaku juga membawa map yang isinya adalah surat kaitan dengan ‘jihad’ yang dilakukannya. Pelaku juga membawa senjata yang saat itu ditembak-tembakkan ke arah polisi di sana. Karena sudah melanggar, polisi akhirnya melumpuhkan terduga teroris dengan dua tiga kali tembakan ke arah pelaku tersebut. Dikonfirmasi oleh Polri bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh perempuan berinisial ZA, berusia 25 tahun. Dalam jumpa pers sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan yang bersangkutan adalah tersangka atau pelaku ‘lone wolf’ yang berideologi radikal ISIS. Bahkan polisi menemukan ZA memiliki Instagram yang baru dibuat atau diposting sekitar 21 jam lalu. “Di dalamnya (instagram) ada bendera ISIS dan tulisan terkait bagaimana perjuangan jihad,” papar Kapolri.

Dari dua kejadian yang ada, terdapat pula surat wasiat yang kurang lebih isinya sama. Di dalamnya terdapat permintaan untuk tidak berutang ke bank dan meminta kakak dan adik untuk menjaga orangtua. Dan setelah melihat berita yang ada tentang  jihad yang disalah artikan. Jihad sendiri artinya adalah berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam. Untuk itu, sebagian masyarakat masih perlu diluruskan lagi tentang ajaran jihad. Karena memang, luasnya jaringan saat ini membuat siapa saja bisa mengakses segala sesuatu tanpa melihat kebenaran konteks yang dicari.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis penulis tentang jihad di Indonesia saat ini, terbukti masih ada masyarakat yang kurang mengerti makna jihad itu sendiri. Untuk itu diharapkan kepada para ulama dan ustadz di seluruh Indonesia dapat memberikan ajaran-ajaran yang menunjukkan jihad sebenarnya dalam Islam. Dan juga untuk tidak membenarkan tindakan yang dilakukan oleh masyarakat terduga teroris yang mengatasnamakan agama sebagai latar belakang aksinya.

Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pembacanya. Masyarakat juga jadi lebih tau dalam membedakan jihad menurut syariat Islam dan jihad yang dibuat-buat untuk menyesatkan. Para ulama dan ustadz memiliki peran penting dalam memberikan edukasi tentang hal ini agar ke depannya kejadian-kejadian yang merugikan diri pelaku itu sendiri tidak akan terjadi lagi.

DAFTAR PUSTAKA

2021, 31 Maret. Penembakan Mabes Polri: ‘Terduga teroris berideologi ISIS’, polisi ungkap identitas perempuan 25 tahun pelaku serangan. BBC News. Diakses pada 23 April 2021, dari https://www.google.com/amp/s/www.bbc.com/indonesia/indonesia-56579674.amp

Nugroho, Wisnu. (2021, 30 Maret). Bom Bunuh Diri di Gerbang Katedral Makassar dan Ancaman Teror Serentak. Kompas.com. Diakses pada 23 April 2021, dari https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/tren/read/2021/03/30/090623665/bom-bunuh-diri-di-gerbang-katedral-makassar-dan-ancaman-teror-serentak

Kurniawan, Andre. (2021, 7 Maret). Memahami Makna Islam yang Sesungguhnya, Muslim Wajib Tahu. Merdeka.com. Diakses pada 18 April 2021, dari https://m.merdeka.com/jabar/memahami-makna-islam-yang-sesungguhnya-muslim-wajib-tahu-kln.html

Umar, Nasaruddin. (2019, 17 Mei). Meluruskan Makna Jihad (1). Media Indonesia. Diakses pada 18 April 2021, dari https://www.google.com/amp/s/m.mediaindonesia.com/amp/amp_detail/236077-meluruskan-makna-jihad-1

Yolandha, Friska. (2021, 31 Maret). Penembakan Terjadi di Depan Mabes Polri. Republika.co.id. Diakses pada 23 April 2021, dari https://m.republika.co.id/berita/qqtw4t370/baku-tembak-terjadi-di-depan-mabes-polri.

 

Ditulis oleh:

Mohamad Agus Setiono

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Semarang

Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah, 50229

Posting Komentar

0 Komentar