Ticker

6/recent/ticker-posts

Mukhtamar NU ke-34, Isu Kader HMI vs PMII Muncul

Jakarta, HMItimes.com – Menjelang Mukhtamar Nahdhatul Ulama (NU) ke-34, muncul beragam isu. Salah satunya isu persaingan antara kader HMI dengan PMII untuk menduduki puncak pemimpin Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU).

Dilansir dari obsessesionnews.com, mantan Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Nusron Wahid tidak menyangkal isu tersebut.

Ia mengatakan bahwa pengangkatan isu HMI vs PMII ini digulirkan oleh kubu yang sedang bingung karena tidak mendapat dukungan.

“ya, biarkan saja. Namanya juga lagi bingung,” ujurnya.

 

Profil singkat Yahya Cholil Staquf

Lahir: Rembang, 16 Februari 1966.

Karir :

Ia pernah belajar kepada KH. Ali Maksum di Madrasah Al-Munawwir Krapyak di Yogyakarta. Sedangkan pendidikan formal ia lanjutkan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada.

Saat masih di lingkungan pesantren, ia pun pernah menjadi pengasuh pondok pesantren Raudhatut Tholibin, Rembang, Jawa Tengah.

Kemudian pada masa Presiden Abdurrahman Wahid memimpin, Gus Yahya didapuk sebagai juru bicaranya. Pada 2014 ia menjadi salah satu inisiator pendiri institut keagamaan di California, Amerika Serikat, bernama Bayt ar-Rahmah Li ad-Da’wa al-Islamiyah Rahmatan Li al-Alamin yang mengkaji agama Islam untuk perdamaian dan rahmat alam.

Setahun kemudian (2015), ia terpilih sebagai Katib Aam Syuriah PBNU hingga saat ini. pernah juga ia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2018 untuk menggantikan KH. Hasyim Muzadi yang wafat pada 2017.

 

Profil Singkat Muhaimin Iskandar

Lahir: Jombang, 24 September 1966

Kariri:

Staf Pengajar Pondok Pesantren Dananyar Jombang (1980-1983)

Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI (1999 – 2004)

Anggota DPR RI (2004-2009)

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Indonesia Bersatu (2009-2014)

Anggota Komisi  I DPR RI (2014 – 2019)

Pendidikan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM Yogyakarta (1985-1992)

Program Pascasarjana Manajemen dan Komunikasi UI Jakarta (1996 – 1998).

Siapakah Ketua Umum PBNU mendatang?. Kita simak perjalanannya.

Posting Komentar

0 Komentar